Bos OpenAI Ramal AI Bisa Bikin Nilai Uang & Ekonomi Melonjak Besar, Ini Alasannya
CEO OpenAI dan para investor teknologi memproyeksikan bahwa kecerdasan buatan (AI) berpotensi mengubah struktur ekonomi global, mendorong produktivitas tinggi yang bisa membuat nilai uang melonjak dalam jangka panjang.
OpenAI, perusahaan teknologi di balik ChatGPT, sedang melakukan salah satu taruhan terbesar dalam sejarah teknologi dengan ekspansi besar-besaran AI yang diprediksi tidak hanya menggeser cara kerja sehari-hari, tapi juga berdampak signifikan pada nilai uang di masa depan. Para pemimpin dan investor di ekosistem AI percaya perkembangan teknologi ini akan memiliki implikasi luas pada ekonomi, biaya produksi, dan pertumbuhan finansial secara global.
CEO OpenAI, Sam Altman, pernah menyampaikan pandangannya bahwa AI bisa memangkas biaya hidup sehari-hari, apakah itu dari produksi barang, layanan, hingga operasi bisnis skala besar. Dalam pandangan itu, meningkatnya produktivitas yang digerakkan oleh AI berpotensi menekan biaya dan pada akhirnya memberikan dampak âdeflasiâ â di mana harga barang dan jasa bisa turun seiring efisiensi yang lebih tinggi.
Investor veteran seperti Vinod Khosla pun menegaskan bahwa AI bisa menjadi kekuatan deflasi besar dalam 25 tahun mendatang, mengubah cara kita memahami ekonomi dan nilai uang secara fundamental. Khosla menilai bahwa AI akan menciptakan ketersediaan barang dan layanan dalam jumlah besar serta menuntut cara baru dalam mengukur kinerja ekonomi.
Fenomena ini ditopang oleh angka-angka dan proyeksi besar dari perusahaan seperti OpenAI sendiri. Perusahaan diperkirakan mengalami pertumbuhan pendapatan yang pesat â menurut beberapa laporan, revenue tahunan yang naik tajam dari ChatGPT dan layanan AI lainnya menunjukkan permintaan yang terus bertambah.
Namun, proyeksi itu bukan tanpa risiko. Ekonomi teknologi AI yang bergerak cepat disebut juga berpotensi menciptakan âgelembungâ nilai pasar, di mana investasi besar membumbung tanpa jaminan hasil seimbang dalam jangka pendek. Beberapa analis bahkan mencatat bahwa valuasi pasar AI saat ini banyak didorong oleh ekspektasi masa depan, bukan oleh profit yang sudah terealisasi saat ini.
Meski demikian, optimisme mengenai dampak ekonomi jangka panjang tetap kuat di kalangan pendukung teknologi ini. Jika AI terus meningkatkan produktivitas pekerja, otomatisasi proses bisnis, serta inovasi layanan dan produk baru, skenario nilai uang yang âmelonjakâ dalam arti produktivitas ekonomi yang meningkat bukanlah sekadar imajinasi, melainkan arah perubahan besar yang mulai terlihat.
Rencana Ambisius OpenAI
OpenAI sendiri sedang memperluas infrastrukturnya untuk mendukung pertumbuhan ini, termasuk investasi besar dalam data center dan layanan infrastruktur AI untuk klien dan mitra. Perusahaan juga dilaporkan tengah mengeksplorasi berbagai model bisnis baru yang dapat menopang pendapatan dan skalabilitas di masa depan.
Para ahli mengatakan bahwa pemahaman luas soal dampak AI terhadap nilai ekonomi, nilai uang, dan struktur pasar global masih akan terus berkembang â tergantung pada adopsi teknologi, kebijakan publik, serta respons dunia usaha terhadap perubahan cepat ini. Dengan demikian, ramalan besar Bos OpenAI menjadi bagian dari wacana yang lebih luas soal masa depan ekonomi dunia di era AI.





